oleh

Membina Kapabilitas, Santri HATHAR Aceh Utara Gelar Diklat

-Regional-Dibaca : 490 Kali

LHOKSUKON, WARTATODAY.COM – Guna meningkatkan kualitas sekaligus membina kapabilitas menuju santri yang maju, sejumlah pengurus Harakah Thalabah Aceh Utara (HATHAR) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat), selama dua hari, 18 -19 Agustus 2018,di Aula Gedung Panglateh Kota Lhoksukon, Aceh Utara.

Para pemateri yang hadir antara lain, Abu Manan Blang Jruen (Ketua MPU Aceh Utara) Bidang Pengkaderan Aswaja, Tu Sop Jeunieb (Ketua I Huda) Bidang Penguatan Potensi Santri, Tgk. Rizwan H. Ali M.Sc (Ketua NU Kota Lhokseumawe) Bidang Keorganisasian, Dr. Dahlan Abdullah, M.Kom Bidang IT, H. Akmal Hanief, Lc (CEO Elhanief Group) Bidang Wira Usaha dan Tgk. Ikhsan M, Ja’far (Ketua Ikatan Penulis Santri Aceh-IPSA) Bidang Jurnalistik.

Dr Dahlan Abdullah dalam paparannya menyampaikan, perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet.

“Itu sebabnya IT perlu diperkenalkan kepada Santri sejak dini, ini bertujuan agar setelah selesai pendidikan Dayah para Santri tidak lagi kaget dengan perkembangan teknologi informasi,” ucapnya

Teknologi informasi juga telah merubah cara kita dalam belajar, alangkah baiknya dalam pembelajaran Dayah dapat menggunakan teknologi informasi dengan demikian Santri merasa menjadi manusia utuh sesuai dengan jamannya.

Karennaya, diharapkan dapat Dayah memanfaatkan IT dalam pembelajaran pendidikan Dayah dan menjadikan IT sebagai media pembelajaran.

“Bisa disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan Dayah adalah suatu bantuan yang diberikan pendidik pada peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar di Dayah agar para santri tersebut dapat secara aktif mengembangkan potensi di dalam dirinya yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan masyarakat,” ucap dosen Unimal Malikussaleh itu

Untuk mencapai tujuan diatas maka gunakan teknologi tersebut dengan sebaik-baiknya dan hidarilah dari segala sisi negatifnya, karena setiap inovasi pasti melahirkan dampak ganda, antara manfaat dan mudharat.

“Namun, para Dayah harus peka dan tajam dalam menganalisa untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebelum teknologi tersebut diaplikasikan,” ujarnya

Dalam pemaparan terakhirnya, Dahlan Abdullah juga menyampaikan tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE).- (js)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed