Keluarga Simarmata se Indonesia Akan Tabur Bunga di Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

MEDAN, WARTATODAY.COM – Keluarga Besar Simarmata dan Boru se Indonesia, direncanakan melakukan aksi tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal Sinar Bangun beberapa waktu lalu di perairan Danau Toba antara Tigaras dan Simanindo.Rencana tersebut di jadwalkan Rabu (4/7/2018) pukul 07.00 Wib dengan rute Simanindo dengan kapal yang diberi desain rumah khas batak.Hal tersebut disampaikan Gidion Manik, Humas Punguan Simataraja Raja Simarmata Se- Indonesia kepada Wartatoday Minggu (1/7/2018) di Medan.

Menurut Gidion, kegiatan ini diprakarsai Monang Simarmata, Penasehat Punguan Simataraja Raja Simarmata Se- Indonesia, rencananya di ikuti lebih 70 orang keluarga Simarmata dan Boru di seluruh Indonesia mulai dari yang jauh Papua dan yg terdekat peserta dari Samosir sendiri selain yg dari Medan ,Siantar dan Jakarta/Jabodetabek. Anggota yang ikut terdiri dari beragam profesi dokter, ASN, anggota DPRD Samosir, PNS ,wiraswasta, pelajar dan mahasiswa mulai umur 15 tahun sampai umur 86 tahun

“Nantinya rombongan menuju lokasi tenggelamnya kapal Sinar Bangun yang diperkirakan butuh waktu 30 menit.Sembari kapal berjalan,disana akan di isi dengan kebaktian/khotbah yang dipimpin oleh Pdt WTP Simarmata (Eporus Emeritus) dan dibantu oleh St.Berlin Simarmata sebagai par agenda dan akan ditunjuk satu org peserta yg akan membawakan Doa Safaat,” terang Gidion.

Lebih lanjut Manik mengatakan, tujuan dan maksud acara ini seperti kita ketahui, bahwa ada 8 keluarga Oppu Simataraja dan Boru yang menjadi korban musibah ini. Doa dilokasi ini,sebagai wujud nyata kesatuan Simarmata se Indonesia dan dalam situasi berkabung ini turut mendoakannya agar diterima oleh Tuhan disurga. Kita juga ingin tunjukkan kepada dunia luar, agar masyarakat sekitar Danau Toba tidak terlena oleh Okultisme seperti yang kita lihat belakangan ini setelah tenggelamnya kapal Sinar Bangun.

Kita ingin tunjukkan bahwa Tuhan lah yang maha kuasa tempat kita mencurahkan keluh kesah kita dan melalui Yesus Kristus kita akan terselamatkan. Sekedar retrospeksi, kita tau dari Alkitab, bahwa Tuhan marah kepada umat Israel ketika ditinggal oleh Musa yg naik ke gunung Sinai beberapa saat, ternyata umatnya sudah menyembah patung-patung buatan mereka sendiri.

“Kita berharap lewat doa dilokasi ini iman kristiani masyarakat tidak lemah tetapi tetap teguh,” ujar Gidion.- (ARM)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *