TEBINGTINGGI,WARTATODAY.com – Dalam sepekan terakhir, aksi massa terjadi di berbagai daerah di Indonesia dengan diiringi kerusuhan, bentrokan, hingga penjarahan.
Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan jamaah dan masyarakat, khususnya umat Islam, mengenai bagaimana sebaiknya bersikap menghadapi situasi bangsa yang penuh dinamika..
Pembina Majelis Taklim Persaudaraan Islam (MTPI) Kota Tebingtinggi, Ustadz Muslim Istiqomah, SSQ, C.TP, memberikan imbauan agar umat Islam tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Ia menekankan bahwa kekuatan umat ada pada kepatuhan terhadap arahan ulama yang berjuang menjaga keutuhan bangsa.
“Umat Islam harus mengikuti komando ulama-ulama yang lurus, ulama yang sejak awal memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini,” ujarnya Minggu (31/8/2025) kepada media.
Ustadz Muslim Istiqomah mengungkapkan, jika ulama meminta kita bersabar, kita bersabar. Jika ulama meminta kita menahan diri, kita menahan diri. Itulah ketaatan kita kepada mereka.
Menurutnya, sebagian aksi massa sudah tidak lagi murni, karena ada pihak yang mencoba menunggangi untuk kepentingan politik tertentu. Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diprovokasi.
“Aksi-aksi saat ini sudah tidak murni. Ada pihak yang ingin memanfaatkan massa untuk kepentingan politik jahat mereka. Sekali lagi, jangan terprovokasi dengan cara-cara busuk dan murahan,” tegasnya.
Meski demikian, Ustadz Muslim menegaskan bahwa aksi demonstrasi adalah hak warga negara selama dilakukan dengan cara damai dan sesuai konstitusi.
“Silakan aksi damai, tapi jangan sampai merusak apalagi menjarah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada pemerintah dan aparat agar lebih bijak dalam merespons kondisi yang berkembang.
Menurutnya, keresahan masyarakat muncul akibat kebijakan sejumlah pejabat.
“Segera ganti pejabat-pejabat dan menteri-menteri yang membuat gaduh hingga rakyat marah. Kabulkan tuntutan rakyat agar situasi segera terkendali,” ujarnya.
Menutup pesannya, Ustadz Muslim mengajak seluruh umat Islam untuk memperbanyak doa agar Indonesia kembali aman dan damai.
“Mari kita berdoa agar negeri kita segera pulih, aman, nyaman, dan sejahtera,” tutupnya. (hsb)