oleh

Presiden Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pekerja di Papua

-NASIONAL, RAGAM-Dibaca : 350 Kali
Presiden RI Joko Widodo.- (Photo : dok. Setkab)

JAKARTA, WARTATODAY.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengejar dan menangkap para pelaku penembakan terhadap 19 pekerja pembangunan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Ikut mendampingi Presiden dalam konferensi pers itu Kapolri Tito Karnavian dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

“Saya juga telah memerintahkan pada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut,” ucap Presiden.

Diseburkannya, saat ini Panglima TNI dan Wakapolri telah berada di Papua guna menangani aksi penyerangan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua. Presiden pun menyampaikan duka citanya terhadap para korban pembantaian.

“Dan saya atas nama rakyat bangsa dan negara menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan tempat dan ruang bagi kelompok kriminal bersenjata di berbagai daerah di Tanah Air. Aksi pembantaian ini, kata Jokowi, tak akan membuat pemerintah dan masyarakat merasa takut dalam membangun Papua.

“Kita juga tidak akan pernah takut dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,” tegasnya.

Para korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata ini merupakan pekerja pembangunan jalan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meskipun terjadi aksi penyerangan, namun pemerintah memastikan pembangunan jalan TransPapua akan terus dilanjutkan dan diselesaikan.

“Sudah saya sampaikan ke menteri PU, pembangunan jalan Wamena ke Mamugu tetap diteruskan. TransPapua yang sepanjang 4.600 Km harus segera diselesaikan. Karena dari Wamena ke Mamugu ini harus dibangun 35 jembatan. Ini tetap harus di selesaikan,” tegas Presiden.- (ROl)

Sumber : Republika
print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed