oleh

Bupati Soekirman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat

-RAGAM, Serdang Bedagai-Dibaca : 403 Kali

SEI RAMPAH I WARTATODAY.COM – Bupati Sergai Ir.H.Soekirman pimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018,Rabu (6/6)di Lapangan Mapolres Sergai.Selain Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu, S.Sos, SIK, M.Si,dan jajaran sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan,turut hadir Kepala OPD, unsur TNI, Satpol PP,tenaga medis, Damkar, Tagana, Pramuka, Senkom, dan unsur masyarakat.Bertindak sebagai Perwira Upacara AKP Selamat,dan Komandan Upacara Ipda Adi Sujendral.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Sergai mengatakan,sebagai salah satu operasi kepolisian terpusat, Operasi Ketupat Tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh
Polda jajaran selama 18 hari mulai tanggal 7 sampai 24 Juni 2018.Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan
gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya.

Rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya pada tahun 2017
disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018.Sehingga pada pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya
terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama.Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada tahun 2017 secara umum
stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian
Pertanian Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri.

Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar
pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh
kelompok kartel / mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku
usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.
Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari
stakeholders terkait guna mengatasi hal ini.

Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan
kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Hasil
survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas
Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik Optimalkan pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.

Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi
adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya,
seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong,
begal, dan hipnotis. Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat
mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan
sehingga bisa menekan potensi yang ada. Saya juga berharap,
agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan
pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya
mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam

Potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak
pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan
upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui
optimalisasi peran Satgas Anti Teror di seluruh Polda jajaran.
Di samping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat
keramaian, mako Polri, serta aspek keselamatan personel
pengamanan harus menjadi perhatian. Perkuat pengamanan
pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan
personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system).

Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan – rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya.
Hadirin dan para Peserta Apel Gelar Pasukan yang saya
hormati,
Sebelum mengakhiri amanat ini, selaku Pimpinan Polri, saya
mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada
seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan
“Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat tahun 2018” ini.(ARM)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed