HPN 2020, Bupati dan Rombongan OPD Resmi Diundang PWI

SERGAI, WARTATODAY.COM – Bupati Serdang Bedagai H Soekirman dan rombongan OPD yang hadir diacara puncak Hari Pers Nasional (HPN) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 7-9 Februari 2020 lalu resmi di undang dari Panitia Pusat HPN.

“Surat resmi dilayangkan panitia HPN pusat kepada kepala daerah dan OPD. Rombongan OPD yang mengikuti acara Anugerah Kebudayaan kemarin adalah mereka (para OPD) yang terkait dengan yang di presentasikan bupati kepada juri,” jelas Ketua PWI Sergai, Anwar Effendi Siregar kepada WartaToday.Com Kamis (13/2/2020) lewat selular.

Adanya tudingan sejumlah rekan media yang menyatakan kepala OPD Pemkab Sergai sebuah pelesiran dan menghambur hamburkan uang negara adalah pernyataan tendensius dan sepihak.

“Kami dari PWI dan rombongan Bupati terus mengikuti jalannya acara sejak awal hingga akhir. Bahkan lanjut Anwar, puncak pemberian Anugerah Kebudayaan langsung dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Duta Besar negara sahabat serta undangan,” terang Anwar.

Anugerah Kebudayaan yang di apresiasi PWI Pusat adalah sebuah prestasi yang tak bisa di nilai dengan materi. “Ini sebuah peluang bahwa Kabupaten Serdang Bedagai adalah daerah yang layak untuk dikunjungi dengan aneka ragam budaya dan masih menjaga nilai nilai luhur budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof Muhajir Effendy mengatakan dalam Dialog Kebudayan yang dihadiri kemarin oleh para kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan bahwa sesuatu itu jika dilakukan pendekatannya budaya maka yang akan ketemu adalah persamaan, namun apabila jika dilakukan dengan pendekatan politik maka hasilnya mencari perbedaan.

“Sebagai masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai, tanah bertuah negeri beradat, kita sangat bangga Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman tampil dengan mengenakan pakaian atau busana Melayu Bedagai dengan lengkap. Mudah mudahan ini akan menjadi spirit kita untuk membangun dengan pendekatan Kebudayan yang akhirnya mencari persamaan, bukan perbedaan,” tandas Anwar.(ARM)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *