Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Inovasi dan Percepatan Belanja Daerah

TEBINGTINGGI,WARTATODAY.com – Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi (Sekdako), Erwin Suheri Damanik, menekankan penguatan inovasi dan percepatan belanja daerah, guna menjaga pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Sekdako Tebing Tinggi saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Mawar Lantai III Balai Kota Tebing Tinggi, Rabu (15/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, Kepala BPS Kota Tebing Tinggi, serta perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Dalam arahannya, Sekdako menegaskan, bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh kinerja TPID, sekaligus menyusun langkah strategis dalam menjaga stabilitas inflasi, mempercepat realisasi belanja daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi.

Sekdako menyampaikan, bahwa hasil pembahasan rapat akan dirangkum oleh tim Bank Indonesia dalam bentuk executive summary sebagai bahan evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut. Sementara itu, Inspektorat akan mengompilasi laporan kinerja seluruh perangkat daerah terkait pelaksanaan program pengendalian inflasi.

Menurut Sekdako, kondisi perekonomian Kota Tebing Tinggi saat ini masih berada dalam kondisi yang positif, dan terkendali meskipun terdapat kontraksi pada beberapa sektor. Ia menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui sinergi seluruh perangkat daerah.

“Kita harus mampu menghadirkan inovasi dan daya ungkit di setiap sektor. Setiap OPD harus memberikan kontribusi nyata sesuai tugas dan fungsinya agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan inflasi tetap terkendali,” ujar Sekdako.

Sekdako juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus berupaya mengoptimalkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Transfer ke Daerah (TKDD). Oleh karena itu, setiap OPD diminta mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah diminta menyampaikan progres sesuai bidangnya, mulai dari realisasi belanja daerah, perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pelaksanaan paket pengadaan barang dan jasa, distribusi TKDD, sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, hingga kelancaran distribusi perdagangan dan transportasi.

Paparan Kepala BPS Kota Tebing Tinggi, Azantaro, menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi masih berada pada tren positif, namun pertumbuhannya relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara. BPS juga mencatat inflasi pada Juni 2026 mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya, meskipun kelompok bahan makanan justru mengalami deflasi.

Sementara itu, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam mengendalikan inflasi. Ia menilai percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bank Indonesia juga mendorong Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk memperkuat sektor perdagangan, mengembangkan potensi pariwisata berbasis keunggulan daerah, meningkatkan kualitas pengelolaan pasar, memperkuat pembinaan UMKM agar mampu naik kelas, serta mengoptimalkan promosi digital guna membangun citra positif Kota Tebing Tinggi.

Menutup arahannya, Sekdako meminta seluruh perangkat daerah terus memperkuat kolaborasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana menyampaikan berbagai capaian pembangunan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah semakin meningkat. (archa)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *