Setelah di Rapid Test Negatif, Keluarga Pasien Covid Akan Jalani Swab Tenggorokan

Tebing Tinggi36 Dibaca
Jubir Gustu laporkan hasil rapid test keluarga pasien covid negatif. (Wartatoday/Ibb)

TEBING TINGGI, WARTATODAY.COM – Setelah hasil rapid test negatif, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi akan meningkatkan pemeriksaan terhadap keluarga salah satu pasien yang terpapar covid-19 dengan menggunakan swab tenggorokan.

Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Kota Tebing Tinggi dr Nanang Fitra Aulia yang juga juru bicara gugus tugas setempat saat dikonfirmasi wartatoday, Senin.(27/4/2020) di Posko Covid Tebing Tinggi.

Keluarga Pasien yang telah terpapar covid-19 di Tebing Tinggi telah menjalani ravid test dan hasilnya negatif. Kemungkinan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid setempat akan melanjutkan pemeriksaan dengan swab tenggorokan.

” Tadi pagi kita telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang yang berada dikediaman pasien PDP yang positif terpapar covid-19. Alhamdulillah hasilnya negatif dan rencananya 4 hari kedepan kita akan lanjutkan pemeriksaan dengan menggunakan swab tenggorokan “, kata dr Nanang.

Kasus kedua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif covid-19 Kota Tebing Tinggi ini berjenis kelamin perempuan dan memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

Sebelumnya Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi dr Nanang Fitra Aulia dalam konferensi pers melaporkan bahwa, terhitung sampai hari Senin 27 April 2020 jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat di Tebing Tinggi menjadi 567 orang. Jumlah PDP 1 orang, PDP Positif terjangkit covid 2 orang, PDP ravid test negatif meninggal 2 orang dan selesai masa pantau 14 hari 743 orang.

Meningkatnya jumlah ODP di kota Tebing Tinggi menurut dr Nanang diakibatkan masih adanya warga Tebing Tinggi yang kembali kekota ini.

Kami juga menghimbau kepada para pedagang agar memberlakukan penjualan dengan ‘Take Away’ atau beli bungkus dan tidak makan ditempat.

” Masih banyak kita temui para anak muda yang ngumpul-ngumpul sampai larut malam. Bahkan kebanyakan dari mereka tidak memakai masker dan mengindahkan physical distancing. Hal inilah yang membuat kita miris dan prihatin “, ucap dr Nanang.

Untuk itu marilah sama-sama kita saling bahu-membahu untuk saling mengingatkan apabila kita masih menemukan tempat kerumunan atau yang sifatnya ngumpul-ngumpul agar dapat dibubarkan dan kembali kerumah masing-masing, ajak dr Nanang Fitra Aulia. (ibb)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *