Bupati Toba Harapkan Warga pahami Mamfaat dan Resiko Pembiayaan Keuangan

TOBA, WARTATODAY.COM – Banyaknya korban investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal bahkan arisan online, maka secara umum dapat disimpulkan kurangnya pemahaman masyarakat akan investasi dan lembaga pembiayaan keuangan.

Hal ini disampaikan Bupati Toba Poltak Sitorus saat membuka Sosialisasi Literasi Keuangan dan Peran OJK (Otorita Jasa Keuangan) Dalam Perlindungan Konsumen serta Layanan Walk in Slik di Ball Room Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Rabu (27/7/2022).

Kegiatan tersebut digagasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional V Medan dan diikuti sekitar 70 peserta dari Tim TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toba tersebut.

“Maka sosialisasi Literasi Keuangan sangat dibutuhkan. Saya mengajak peserta untuk memberi perhatian agar sosialisasi ini benar-benar bermanfaat sehingga kedepan warga Toba memiliki pengetahuan dan mengetahui manfaat, resiko serta miliki keterampilan memilih lembaga keuangan,” ujar Bupati Poltak

Dikatakan Bupati, banyak masyarakat berinvestasi namun oleh karena salah investasi akhirnya mempengaruhi kinerja. Selanjutnya ia mendorong peserta agar sangat memperhatikan untuk menghindari praktek keuangan ilegal ini.

“Semoga semuanya yang disini tidak ada yang jadi korban dan menjadi ujung tombak memberikan informasi bagi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya Deputi Direktur Managemen Strategis Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK, Wan Nuzul Fachri mengatakan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan merupakan bagian dari beberapa elemen masyarakat seperti kaum wanita, pekerja sektor non formal, kaum disabilitas dan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi fokus inisiasi untuk selalu diberikan pengetahuan literasi keuangan.

Disampaikannya lagi, literasi keuangan pada intinya memahami produk jasa keuangan serta resiko yang akan timbul di dalamnya.

“Bapak ibu pasti memiliki tabungan, ATM, usaha rumah tangga yang mengambil pembiayaan ke lembaga keuangan, tentunya terkadang itu belum diimbangi pemahaman kita mengenai produk tersebut dan resikonya, dan disini bapak ibu nanti bisa mengkritisi kesepakatan yang tidak equal dengan lembaga keuangan,” sebutnya.

Melalui sosialisasi ini juga, Wan Nuzul mengajak peserta untuk sharing tips agar terhindar dari pinjol ilegal dan dapat mengenalinya.Demikian pula dengan seringnya juga kita mendapatkan message (pesan) pinjaman bermasalah atas orang yang kita kenal adalah indikasi oleh karena rekan kita memperoses pinjaman dari pinjol ilegal.

“Yang membedakan, pinjol ilegal bisa mengakses info kontak dari ponsel saudara dan otomatis bila ada pinjaman bermasalah maka pesan itu akan disebar di kontak ponsel saudara,” jelasnya.

Kegiatan itu juga diisi dengan pemaparan materi mengenai Discovering Money oleh Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Raya D Theresia.

Hadir disitu, Plt Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni DP Lubis, Kadis PMDPPA Henry Silalahi, Plt Kadis Kominfo Sesmon TB Butarbutar dan Bagian Prokopim, Ketua TP-PKK, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus, Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Erna Grace Tonny M.Simanjuntak, Mewakili Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toba, Ny. Irma Augus Sitorus dan perwakilan TP PKK kecamatan serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toba.- (Rel/SJ)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *