oleh

Ketua MPR RI Buka Ulos Fest 2019 di Museum Nasional

-SUMUT, Wisata-Dibaca : 143 Kali
Poto : Dok Humas Pemprovsu

JAKARTA, WARTATODAY.COM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka kegiatan Ulos Fest 2019 yang digelar di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Dilanjutkan dengan pengguntingan pita pameran ulos oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutannya, menyambut baik pelaksanaan Ulos Fest 2019 dan mendukung usulan perwujudan ulos sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Momen ini menjadi kebanggaan untuk kita semua, bagi bangsa Indonesia, utamanya saudara-saudara Batak se Sumut. Ulos memiliki nilai dan kualitas yang luhur di tengah jutaan karya budaya bangsa lainnya, serta sebagai wujud keragaman budaya Indonesia yang sangat kaya raya,” ujar Bambang.

Selain itu, menurutnya, penyelenggaraan acara ini bermakna penting karena mengangkat budaya daerah. Betapa tidak, dalam beberapa aspek, kebudayaan daerah cenderung termarjinalkan dan tersisihkan oleh masuknya budaya asing yang lebih modern melalui arus globalisasi.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan, Ulos merupakan salah satu hasil tenun yang indah dan buah pikir atau budaya yang tinggi dari suatu peradaban. Ada sejak ribuan tahun yang lalu di tengah masyarakat Batak merupakan fakta yang patut dibanggakan, artinya para leluhur di masa lalu telah memiliki kultur yang maju.

“Ulos memang kebanggan masyarakat Batak. Tapi menurut kaca mata saya, buah pikir dan seni kualitas tinggi dalam proses pembuatan ulos ini adalah warisan leluhur kita seluruh masyarakat dunia yang patut kita banggakan. Untuk itu, usulan untuk mendorong UNESCO jadikan ulos sebagai warisan dunia sangat saya dukung,” ucap Edy Rahmayadi.

Di akhir sambutannya, Edy pun menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Batak, mendukung agar ulos menjadi salah satu warisan budaya tidak benda dunia. “Kebanggan kita bersama, kita dukung dan perlihatkan bahwa begitu kayanya Indonesia kita ini dengan budaya,” sebutnya.

Sementara itu ketua Panitia Ulos Fest 2019 Jhohannes Marbun menyebutkan, 0Ulos Fest 2019 berlangsung tanggal 12 hingga 17 November 2019. Digagas oleh Batak Center, tujuannya ialah untuk mengenalkan ulos pada dunia agar dapat diterima jadi warisan dunia yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Pemerintah telah menetapkan kain Ulos Toba sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 8 Oktober 2014, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 270/P/2014 tentang Penetapan warisan Budaya Tak Benda,” ujar Jhohannes.

Menurutnya, setelah ditetapkan sebagai Warisan Tak Benda Nasional, kain Ulos Toba berpeluang didaftarkan sebagai warisan dunia.

Selain memamerkan beragam jenis Ulos, acara juga dirangkai dengan Seminar Nasional dengan tema “Mengantarkan Ulos sebagai Warisan Dunia”. Kemudian, menghadirkan talk show, workshop, Tortor 5 Puak, fashion show, bazar serta berbagai lomba untuk anak-anak dan remaja.- (rel/hms)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed