PT TSP Gelar Konsultasi Publik Dengan Pemerintah dan Masyarakat

SERGAI,WARTATODAY.com – Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Tenera Sergai Perkasa (TSP) menggelar Konsultasi Publik di Aula Kantor Camat Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (18/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara manajemen perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan, untuk membahas aktivitas operasional PT TSP, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait keberadaan perusahaan di wilayah Kecamatan Sipispis.

Konsultasi publik ini juga digelar di tengah adanya informasi dan perhatian masyarakat melalui media sosial mengenai aktivitas perusahaan, termasuk aspek lingkungan dan pengelolaan limbah yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Sipispis, di antaranya Camat Sipispis, jajaran Polsek Sipispis dan Koramil Sipispis.

Turut hadir sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sergai, antara lain Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup, Dinas Tata Ruang, Dinas Perizinan, Satpol PP, para kepala desa se-Kecamatan Sipispis, tokoh masyarakat, organisasi F.SPTI-K.SPSI Desa Silau Padang, warga yang berdomisili di sekitar kawasan PT TSP, serta insan pers.

Dalam forum tersebut, perwakilan Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sergai, Boy Reonaldi Sihombing, S.Sos., M.SP., menyampaikan penjelasan, mengenai sejumlah ketentuan dan regulasi yang berkaitan dengan aktivitas usaha serta pengelolaan lingkungan.

Aspek tersebut menjadi perhatian penting karena aktivitas industri pengolahan kelapa sawit memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan lingkungan, termasuk limbah dan potensi dampaknya terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Sementara itu, Manajer PKS PT TSP, Weldi Sinaga, memaparkan sejarah berdirinya perusahaan serta aktivitas operasional yang selama ini dijalankan.

Manajemen perusahaan juga menjelaskan sejumlah dokumen dan perizinan yang berkaitan dengan operasional PT TSP.

Selain itu, pihak perusahaan memaparkan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang disebut telah dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog dan sesi tanya jawab bersama masyarakat.

Sejumlah warga menyampaikan dukungan terhadap keberadaan PKS PT TSP. Mereka menilai keberadaan perusahaan turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Sipispis.

Namun, dukungan terhadap keberadaan perusahaan juga disertai harapan agar aspek lingkungan tetap menjadi perhatian serius.

Sungai Bah Sombu Tetap Jadi Perhatian

Dalam dialog tersebut, sejumlah warga berharap manajemen PT TSP terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengelolaan limbah, khususnya yang berkaitan dengan kelestarian Sungai Bah Sombu.

Harapan tersebut dinilai penting mengingat sungai merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Masyarakat juga berharap pengelolaan lingkungan dilakukan secara konsisten serta terbuka, termasuk melalui pemantauan dan pengujian kualitas lingkungan secara berkala oleh instansi yang berwenang.

Dinas Perkim-LH: Hasil Pengujian Disebut Memenuhi Standar

Dalam konsultasi publik tersebut, pihak Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sergai menyampaikan bahwa berdasarkan pengawasan serta hasil pengujian laboratorium yang dipaparkan dalam forum, pengelolaan limbah PT TSP disebut telah memenuhi standar yang berlaku.

Pihak dinas juga menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan parameter limbah berada di bawah ambang batas yang dipersyaratkan dan disebut tidak membahayakan.

Keterangan tersebut merupakan penjelasan yang disampaikan dalam forum konsultasi publik. Untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga, pengawasan dan evaluasi secara berkala tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan.

Konsultasi publik tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang hadir karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung aspirasi, pertanyaan maupun kekhawatiran kepada pihak perusahaan dan pemerintah.

Forum semacam ini juga menjadi sarana untuk memperkuat keterbukaan mengenai aktivitas perusahaan, dokumen perizinan, pengelolaan limbah, serta langkah-langkah pengendalian dampak lingkungan.

Dengan komunikasi secara terbuka, berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat diklarifikasi berdasarkan data, dokumen, dan hasil pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terlepas dari adanya dukungan masyarakat terhadap keberadaan PT TSP serta penjelasan dari pemerintah dan manajemen perusahaan, aspek lingkungan tetap menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.

Khususnya terkait Sungai Bah Sombu, masyarakat berharap pengawasan dilakukan secara konsisten dan transparan, termasuk apabila diperlukan melalui pengujian kualitas air secara berkala oleh instansi berwenang.

Keterbukaan terhadap hasil pengujian, pengawasan, serta tindak lanjut atas setiap pengaduan masyarakat menjadi penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah munculnya kesimpangsiuran informasi.

Konsultasi publik tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian penjelasan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.( HBS)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *