oleh

Soekirman Narasumber Talkshow Zero Conflict di UIN Medan

-RAGAM, Serdang Bedagai-Dibaca : 308 Kali

MEDAN, WARTATODAY.COM – Bupati serdang Bedagai Ir H Soekirman menjadi narasumber di acara Talkshow Zero Conflict Leader pada PATRON Institute Jumat,(22/2) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Medan Sumatera Utara.

Ir H Soekirman Dalam paparannya menyampaikan bahwa Sergai diberi penilaian dari luar sebagai daerah minim conflict. Bagaimana mengelola daerah sehingga minim conflict.Ia katakan,sebagai pelayan publik terkadang seorang Pejabat tidak boleh melakukan kesalahan. Karena ketika ada di jalur publik, penilaian negatif akan lebih mudah muncul dibanding apresiasi atas hal positif. Untuk itu kami sangat mengapresiasi penilaian yang diberikan oleh PATRON Institue kepada kami.

Konflik bisa diminimalisir jika pempimpin selalu mengikuti aturan main atau ketentuan yang berlaku.
Dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Pembagian tugas dalam hal ini antara Bupati dan Wakil Bupati. Jika mengikuti aturan dan batas kewenangan maka tidak akan terjadi konflik.Pemimpin adalah mediator sehingga harus mampu memediasi jika ada potensi konflik yang mungkin terjadi.

Menurut Soekirman,ada tujuh strategi penanggulangan konflik yaitu,Chemistry yg baik,Populis,Popularitas,Integritas,Kapasitas,Elektabilitas,dan Isi tas (kemampuan finansial).

Sementara Direktur Eksekutif PATRON Institute Fajar Siddik mengatakan,PATRON Institute adalah lembaga pelatihan, penelitian dan pengembangan jaringan pembangunan.Melalui beberapa diskusi kecil dan identifikasi khusus untuk menetapkan tema zero conflict leader dalam talkshow ini yaitudilakukan pada masyarakat dengan usia 25 tahun.

Ditambahkannya,dalam masa kepemimpinannya tidak ada konflik yang dianggap berarti di kabupatennya, sehingga PATRON menganggap layak diidentifikasi sebagai zero conflict leader.

Hal senada juga disampaikan Faisal Riza. Menurutnya, pemikir politik islam kepemimpinan,ia membawakan materi konflik dan cara mengelolanya. Isu yg sering muncul adalah perpecahan antara pemimpin dan wakilnya. Dan jika ini terjadi maka konflik akan berdampak luas. Sehingga pemimpin harus memiliki kemampuan mengelola konflik dan mencegah potensi konflik terjadi bahkan sebelym konflik tersebut terjadi.

Acara tersebut dihadiri Kadis Kominfo Sergai H Ikhsan, AP dan
para mahasiswa yang tergabung dalam BEM UIN dan UNIMED.(ARM)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed