oleh

Upacara Harkitnas Ke 111 di Kota Tebingtinggi

-RAGAM, Tebing Tinggi-Dibaca : 236 Kali

TEBINGTINGGI, WARTATODAY.COM – Pemerintah Kota Tebingtinggi bersama dengan seluruh unsur instansi terkait menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 111 tahun 2019, dipimpin Kajari Tebing tinggi Muhammad Novel, selaku inspektur upacara, Selasa (20/5/2019), di lapangan merdeka setempat.

Hadir dalam upacara ini Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, Dandim 0204/DS diwakili Danyon B Brimobdasu Tebingtinggi, Kepala BNNK, para OPD, Camat dan Lurah se kota Tebingtinggi.

Menteri Komunikasi dan Informasi RI dalam sambutan tertulis yang di bacakan kajari Tebingtinggi mengatakan, Sumpah Palapa merupakan mbrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia, dimana wilayah nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Peringatan hari kebangkitan nasional yang ke – 111 kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut, dimana kita berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda- beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa dan oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika kita pertajam dan hanya justru mengoyak persatuan sosial kita.

Kita ketahui sampai saat ini tahap tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar, karena kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara –  saudara kita yang menjadi anggota KPPS, bahkan berupa pengorbanan nyawa dan sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini.

Selanjutnya telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajuan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi budi Oetomo, dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaanyang merupakan salah satu yang paling ekstrim didunia, kita membuktikan bahwa kita mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

Dengan semua harapan tersebut kiranya sangat relevan apabila peringatan hari kebangkitan nasional disematkan dengan tema “Bangkit untuk bersatu” kebangkitan untuk persatuan.- (js)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed