oleh

Bupati Sergai Hadiri Pelantikan IKINNDO

-RAGAM, Serdang Bedagai-Dibaca : 341 Kali

PANTAI CERMIN I WARTATODAY.COM – Bupati Sergai Ir H Soekirman hadiri Pelantikan Kepengurusan Ikatan Inseminator Indonesia
(IKINNDO) Kabupaten Sergai, Simalungun, dan Deli Serdang Periode 2018-2023 sekaligus dirangkai dengan Musda IKINNDO Provsu Tahun 2018 di Lokasi Wisata Pantai Pondok Permai,Pantai Cermin Sabtu (25/8).

Dalam sambutannya Bupati Sergai Ir. H. Soekirman memberi apresiasi dan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan ini bahwa telah ada organisasi profesi yang terbentuk guna mendukung program pemerintah baik urusan wajib dan urusan pilihan dalam hal ini bidang peternakan.suatu kebanggaan bahwa ketua IKINNDO Sumut adalah putra Kabupaten
Sergai tepatnya dari Kecamatan Dolok Masihul,ujar Bupati.

Di Sumut ada 3 yang mendapat nilai B SAKIP yaitu salah satunya
Kabupaten Sergai. Target kita adalah nilai BB agar mendapatkan dana insentif dari Kementerian Keuangan. Untuk itu kinerja urusan wajib dan urusan pilihan harus dapat kita tingkatkan. Penilaian ombudsman guna melihat apakah keluhan masyarakat di Sergai disahuti dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Adanya pelantikan dan pertemuan IB ini secara langsung akan
meningkatkan SAKIP Kabupaten Sergai kedepannya, meskipun urusan ternak adalah urusan pilihan menimbang ada atau tidaknya potensi akan hal tersebut.insha Allah kedepannya akan meningkatkan produksi ternak didaerah kita ini.Saya berikan kunci rumusan sederhana bahwa kita tidak bisa mencapai suatu tujuan jika tidak menjalankan dan memahami 3K yaitu K yang pertama adalah Kebijakan melalui Undang-undang, Peraturan, dan
kebijakan lainnya sehingga petugas IB harus memahaminya sebelum
melakukan tugas. Namun tanpa dukungan legislasi yang membuat kebijakan tentang ternak, maka walau bagus program kita maka tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Lebih lanjut disampaikan,mari kita dukung putra daerah Sergai untuk maju sebagai legislator provinsi maupun pusat agar dapat membuat kebijakan yang menguntungkan bagi peternak didaerah kita.Kemudian K yang kedua adalah Kelembagaan. Tidak mungkin kita bekerja dari pintu ke pintu secara perorangan. Maka dengan adanya kelembagaan
yang bagus maka akan lebih baik dan teratur pelaksanaan program
pertanian dan peternakan yang dapat dijalankan. Karena kelembagaan itu bukan hanya merek dan AD/ART saja, namun lebih kepada akuntabilitas
dan transparansi kepada masyarakat.Sedangkan K yang ketiga adalah Kebersamaan. Hari ini kita merasakan kebersamaan dan kekompakan meskipun tidak banyak yang hadir.

Namun saya percaya ada ratusan orang dibelakang tenaga IB sekalian. Semua agar gerakan IB ini menjadi gerakan Semesta yang menjadikan daerah sebagai target peternakan unggulan guna mendukung ketahanan pangan
rakyat Indonesia. Mari ingat K3 tersebut, jika sulit mengingatnya
tolong ingat saja Konco-Konco Kirman (K3), ujar Bupati berkelakar.
Saya mendukung penyampaian Pembina IKINNDO bahwa tenaga IB harus memiliki kendaraan guna memudahkan tugas dan fungsinya. Selain itu diharapkan kedepannya untuk peternakan hendaknya telah ada aplikasi yang dapat memudahkan tugas dan segala hal terkait kelembagaan peternakan, ujar Soekirman.

Sementara Pembina DPW IKINNDO Provsu Ir. Harapan Hutauruk, M.Si
bercerita sejarah pada 8 Desember 2016 terbentuknya INKINNDO Sumut yang saat itu dengan segala keterbatasan dana dan tenaga.
Terjadinya perang tarif diantara petugas inseminasi yang ada yang
menjadi latar belakang dibentuknya IKINNDO yang saat itu ada sekitar
300 Petugas Inseminator Buatan (IB) di Sumut.

Solusi dengan membentuk IKINNDO diharapkan perang tarif dapat berkurang dan terbagi ratanya pendapatan bagi petugas IB tersebut.Untuk itu diminta kepada rekan-rekan Petugas IB yang belum bergabung
untuk segera bergabung ke IKINNDO agar dapat menyusun program strategis bagi para petugas IB kedepannya menjadi jauh lebih baik.

Melalui pelantikan dan Musda ini disampaikan dukungan penuh atas
program pembangunan dari pemerintah daerah, namun juga diharapkan bantuan kepada IKINNDO terutama sarana prasarana fasilitas inseminator
serta  kendaraan guna mencapai daerah sasaran inseminasi.(ARM)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed