oleh

St Jata Artinius Sinaga Warga DT Buho Ditemukan Tewas

-PERISTIWA, Serdang Bedagai-Dibaca : 392 Kali

SERGAI, WARTATODAY.COM – St Jata Artinius Sinaga warga Dusun IV Pulau Bagal Damak Tolong Buho Kecamatan Bintang Bayu ditemukan tewas di areal Kebun Bandar Pinang Estate Dusun IV Desa Bandar Pinang Minggu (3/11/2019). Penemuan jasad salah satu tokoh agama di Gereja Pentakosta ini membuat geger warga.

Kepada WartaToday Ruslan Asal Gorat Sinaga (37) anak ke lima almarhum mengatakan, korban ditemukan pertama kali pukul 09.09 Wib oleh Selamat karyawan penderes dengan posisi terlentang serta kedua kaki tertindih sepeda motor tanpa plat polisi. “Ada bercak darah kering di sekitar mulut bapak,” ujar Asal.

Bapak biasa sekitar pukul 15.30 Wib minum nira (tuak) di Desa Bintang Bayu di kedai Supriadi itupun sekedar saja. Biasanya bapak tetap membawa tuak dalam botol mineral kecil untuk diminumnya dirumah, tutur Asal.

Kemarin sore Sabtu (2/11/2019) bapak seperti biasa pergi ke Bintang Bayu.Biasa bapak cepat pulang namun kali ini lama sekali hingga malam, ucap Asal. Karena curiga bersama pihak keluarga dan warga mereka mencoba mencari korban hingga ke kedai tuak yang diketahui sudah pulang saat kondisi hujan sudah reda.Pencarian korban dilakukan hingga malam hari disekitaran jalan menuju Desa Bandar Pinang didekat sekolah Taman Kanak-kanak namun tidak berhasil.

Baru besoknya seorang penderes menemukan korban sudah tewas.Diduga korban melintasi area kebun karena kondisi jalan saat itu digenangi air akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Pihak polisi yang mendapat informasi langsung turun ke TKP dan mengamankan lokasi sembari menunggu tim Inafis dari Polres Serdang Bedagai. Sekitar pukul 11.26 Wib tim Inafis datang langsung melakukan pemeriksaan.Dari hasil pemeriksaan disebut tidak ada tanda-tanda kekerasaan yang dialami korban.Namun pihak kepolisian menyerahkan keputusan kepada keluarga korban.

Asal Sinaga yang berkoordinasi dengan semua keluarga dihadapan polisi mengatakan ikhlas dan tidak perlu dilakukan proses otopsi.Namun untuk lebih memastikan pihak polisi tetap membawa jasad korban ke RS Sultan Sulaiman guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Meski pihak keluarga sudah ikhlas dan minta tidak diotopsi pihaknya tetap membawa jasad korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”ujar IPDA Martadinata Lubis Kanit Reskrim Polsek Kotarih kepada WartaToday. Saat ditanya dugaan penyebab kematian Jata Artinius,Kanit mengatakan belum bisa memastikan.(ARM)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed