oleh

Umar : Kedepan anak Stunting di Tebingtinggi harus ditentaskan

-Tebing Tinggi-Dibaca : 350 Kali

TEBINGTINGGI, WARTATODAY.COM – Meskipun hitungan persentasenya untuk kota Tebingtinggi sangat kecil dibawah tingkat nasional, Namun Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada segenap jajaran kesehatan Tebingtinggi bersama dengan kader-kader kesehatanya untuk segera mengentaskan 74 orang anak stunting (Kerdil) dari 11.500 balita yang ada, dan kedepan Tebingtinggi harus terbebas dari yang namanya stanting.

Hal ini disampaikan Wali Kota saat melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada 1.212 orang perserta sosialisasi yang terdiri Kader Jumantik, Kader Posyandu, Kader Pokeskel, Kader Lansia, pengelola program puskesmas Kapala UPTD Dinas Kesehatan, Lurah,Camat, OPD dan PKK yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Tebingtinggi, di gedung Balai Kartini kota setempat, Senin (18/2/2019).

Disampaikannya, sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Rakerkesnas yg dilksanakan pada tanggal 11-14 Perbuari 2019 , baru 4 hari pelaksanaan tersebut Pemerintah kota tebingtinggi dalam hal ini Dinas Kesehatan kota segera menyahuti arahan dari Bapak Presiden RI yang secara nasional angka stunting tahun 2015 ada 37 % dan menjadi 30,8 % tahun 2018.

“Meskipun persentase anak stunting di Tebingtinggi dibawah nasional kita jangan bangga, yang pasti di Tebingtinggi anak stunting masih ada dan ini harus kita tuntaskan dengan melakukan kerjasama terutama ibu-ibu yang merupakan garda terdepan, ibu-ibu pahlawan pembangunan, ibu-ibu adalah orang-orang yang berkarya dan bekerja demi untuk masa depan generasi bangsa untuk lebih maju” pesannya.

Selain masalah stunting, Wali Kota juga mengingatkan tentang kasus DBD yang saat ini sedang melanda Indonesia yang luar biasa, ditingkat nasional 2018 saja ada terdapat 289 kasus dan mengakibatkan ada kematian, dan di Tebingtinggi selama bulan Januari sampai Pebruari 2019 ini ada 47 kasus DBD dan jika dilihat dari data tahun ketahun kasus DBD ini turun naik dan itu pertanda bahwa daerah Tebingtinggi belum bebas DBD

Untuk itu Pemerintah Kota Tebingtinggi kata Wali Kota, memberikan tantangan kepada Posyandu di kelurahan bagi daerah yang sampai akhir tahun ini daerahnya bebas dari DBD diakhir tahun nanti akan diberikan bonus Rp3.5 juta. “Ini janji saya dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan kerja, kerja, kerja” sebutnya.

“Lakukanlah peberantasan sarang nyamuk dengan cara bergotong royong, dan ada tanaman yang baik ditanam dirumah yakni serei wangi, lavender atau zodia tetapi bukan hanya sekedar disiram tetapi dirawat dengan baik agar tidak rimbun dan  ini menghindari berkembangnya nyamuk ageypti dan kedepan kita akan berupaya tanaman ini dikembangkan melalui dinas pertanian untuk dilakukan pembibitan” sambungnya.- (js)

print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed