Pemko Tebing Tinggi Gelar FGD Prospek Ekonomi Tahun 2024

TEBINGTINGGI, WARTATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Bagian Perekonomian dan SDA, menggelar FGD (Forum Group Discussion) Prospek Ekonomi Kota Tebingtinggi Tahun 2024, Rabu (20/12/2023) di gedung Hj. Shawiyah Jalan Sutomo.

Penjabat Wali Kota Tebingtinggi dalam sambutannya dibacakan Plh. Sekdako M. Syah Irwanmenyampaikan, bahwa Forum Group Discussion ini adalah diskusi yang memberikan gambaran kondisi ekonomi Kota Tebingtinggi di tahun 2024 yang akan datang.

Sektor inklusi jasa keuangan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi untuk menghimpun, dan menyalurkan dana masyarakat, serta menyediakan perlindungan bagi aset dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu sektor keuangan baik perbankan, pasar modal, maupun asuransi yang tumbuh secara sehat merupakan salah satu persyaratan bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya..

Lebih lanjut Plh. Sekdako mengatakan, inklusi jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional, yang diharapkan dapat memajukan kesejahteraan umum, dan masyarakat memiliki kecerdasan keuangan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Harapan turut disampaikan agar kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita dalam melakukan rencana kegiatan pada tahun 2024, terkhusus pelaku usaha di Kota Tebingtinggi, sehingga apa yang kita rencanakan sesuai yang diharapkan dan mendapat hasil yang memuaskan.

“Saya berpesan kepada para pelaku usaha sekalian, agar terus berinovasi sesuai kemajuan teknologi pemasaran, bersaing dengan sehat meningkatkan pelayanan, dan tetap menjaga kesehatan,” tutup Plh. Sekdako mengakhiri sambutan Penjabat Wali Kota Tebingtinggi.

Sementara itu, Deputi Direktur BI Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Wahyu Yuwana, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara relatif cukup kuat di triwulan 3, tumbuh sekitar 6,42 persen, inflasi juga relatif terkendali, sampai dengan November ini di angka 1,67.

“Tahun depan ini, tantangan juga cukup kuat, karena target inflasi kita turunkan di angka 2,5% + 1 sehingga bagaimana mengendalikan harga barang jasa ini menjadi lebih penting, sinergi TPID,” katanya.

Lanjutnya, di tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kota Tebingtinggi di angka 4,01. Jelasnya, ini masih lebih rendah dibandingkan angka rata-rata pertumbuhan Sumatera Utara Tahun 2022 yang sebesar 4,73.

“Kota Tebingtinggi dari sisi perkembangan, relatif baik karena memang secara infrastruktur juga sudah memadai. Kemudian dari sisi elektronikasi transaksi, pemerintah daerah ini juga sangat baik, Kota Tebing Tinggi menduduki posisi ke-4 se-Sumatera Utara. Kemudian dari sisi digitalisasi Kota Tebingtinggi sudah sangat baik, diangkat 97, 5 persen,” ungkapnya.

Selanjutnya Perwakilan OJK Sumbagut, Reza Leonhard mengatakan,, kegiatan FGD ini akan menjadi dasar nantinya dalam menyusun program kerja TPAKD Kota Tebingtinggi tahun 2024.

“Jasa keuangan menjadi salah satu fokus pembangunan di Indonesia. Hal ini sebagaimana diimplementasikan pemerintah dengan ditetapkannya Perpres nomor 14 tahun 2020 tentang strategi nasional keuangan inklusif, yang diukur indikator peningkatan capaiannya jadi target peningkatan inklusi industri tahun 2024 adalah 90% saat ini secara nasional antaranya sudah mencapai 85%,” urainya.

Dengan adanya program TPAKD dan kolaborasi, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan regulasi, dirinya berharap kiranya dapat meningkatkan perekonomian di Sumatera Utara khususnya di Kota Tebing Tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ujarnya. (APA)

print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *